Sejarah Singkat SMA Negeri 2 Padalarang

 

Drs. Ade Suratman, M.Pd

SMA Negeri 2 Padalarang berdiri pada tahun 2006, sebagai sekolah filial dari SMA Negeri 1 Padalarang, sehingga kegiatan belajar mengajar masih menggunakan gedung SMA Negeri 1 Padalarang yang berlokasi di Jl. Raya Orion No. 447 Padalarang yang sekarang menjadi SMK N 4 Padalarang. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada waktu itu dilaksanakan siang hari mulai pukul 13.00 sampai dengan 17.20 WIB. Yang melatarbelakangi berdirinya SMA Negeri 2 Padalarang merupakan solusi dari animo masyarakat khususnya di Kecamatan Padalarang dan umumnya di Kabupaten Bandung, yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMA yang dari tahun ke tahun semakin meningkat, seiring bertambahnya jumlah penduduk diwilayah Kecamatan Padalarang. Pada saat itu SMA Negeri di Kecamatan Padalarang hanya ada satu dan tidak dapat menampung seluruh warga usia sekolah yang mendaftar.

Melalui surat Camat Padalarang nomor : 420/259/2006 tanggal 22 Juni 2006, dibentuk panitia pendirian SMA Negeri kelas jauh Padalarang di bawah bimbingan dan pembinaan SMA Negeri 1 Padalarang yang saat itu dipimpin oleh Drs. H. Shohib Al Kosim, M.MPd sebagai kepala sekolahnya. Selanjutnya melalui surat rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung nomor : 431.4/2043-Disdik tanggal 3 Juli 2006 tentang ijin pendirian SMA Negeri kelas jauh Padalarang yang sekarang SMA Negeri 2 Padalarang. Terhitung tanggal 1 Januari 2007 melalui keputusan Bupati Kabupaten Bandung yang mengangkat Kepala Sekolah definitive yaitu Drs. Ade Suratman, M.Pd yang menjabat sebagai kepala Sekolah di SMA Negeri 2 Padalarang dari tahun 2007 – 2014.

SMA Negeri 2 Padalarang baru memiliki tempat atau gedung sendiri pada tahun 2010 tepatnya bulan Januari 2010 dengan jumlah ruang kelas belajar 4 ruang kelas, sehingga proses pembelajaran sudah dapat dilaksanakan terpisah dari SMAN 1 Padalarang. Gedung tersebut berlokasi di Jl. Letkol GA Manulang No. 165 Padalarang Bandung Barat.

Selama kepemimpinan Drs. Ade Suratman,M.Pd, banyak prestasi-prestasi yang diraih, baik dari segi akademik maupun non akademik, salah satunya siswa SMA Negeri 2 Padalarang pada tahun 2011 pernah meraih juara satu OSN tingkat Kabupaten untuk mata pelajaran Matematika dan dibidang non akademik telah banyak melahirkan atlit-atlit yang berprestasi ditingkat kabupaten, provinsi hingga nasional, sebagai sekolah baru pada masa kepemimpinan Drs. Ade Suratman, M.Pd lebih memfokuskan kepada pembangunan sarana prasarana fisik, ini dilakukan mengingat calon siswa yang mendaftar ke SMA Negeri 2 Padalarang dari tahun ke tahun terus bertambah, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama tepatnya 4 (empat) tahun (2010 – 2014) SMAN 2 Padalarang memiliki jumlah siswa ± 1.600 orang atau 45 rombel, dan Alhamdulillah sepanjang kurun waktu 4 tahun itupun jumlah ruang kelas sudah terpenuhi.

Drs. Dadin Sasmita, M.Ed

Pada tahun 2014 melalui Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementeria Pendidikan dan Kebudayaan No. 1066/D.D4/Kep/DM/2014 Tentang Penetapan Sekolah Induk Sekolah  Menengah Atas Terbuka Jarak Jauh, SMA Negeri 2 Padalarang ditunjuk sebagai salah satu pilot projek pelaksana SMA Terbuka tingkat Nasional dengan jumlah peserta didik waktu itu sebanyak 200 siswa. Pelaksanaan SMA terbuka tersebut masih dilaksanakan sampai dengan sekarang.

Drs. Agus Saeful M

Pada tahun 2014 tepatnya bulan Oktober 2014, estafet kepemimpinan SMA Negeri 2 Padalarang dilanjutkan oleh     Drs. Dadin Sasmita, M.Ed, memimpin dari tahun 2014 – 2018, selama kepemimpinan beliau sudah mulai memfokuskan kepada kualitas dan mutu peserta didik, mengingat fasilitas fisik yang ada di SMA Negeri 2 Padalarang sudah memadai, sehingga pada kepemimpinan beliau beberapa prestasi dapat diraih, diantaranya dari sisi akademik, non akademik serta jumlah lulusan yang melanjutkan Perguruan Tinggi mulai bertambah, dan sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Bandung Barat, prestasi lain yang diperoleh pada masa kepemimpinan Drs. Dadin Sasmita, M.Ed, SMAN 2 Padalarang menjadi penyelenggara Sekolah Ramah Anak, dan Sekolah Rujukan dari Kementerian Pendidikan RI. Masa kepemimpinan Drs. Dadin Sasmita, M.Ed, berakhir pada bulan April 2018, dan dilanjutkan oleh Drs. Agus Saeful Muhrom sebagai pejabat sementara dengan tugas definitive di SMAN 1 Batujajar, beliau menjabat sebagai PLT SMAN 2 Padalarang selama 2 bulan yaitu dari bulan Mei sampai dengan Juni 2018.

Dra. Dedeh Suatini, M.MPd

Masa kepemimpinan selanjutnya tepatnya pada bulan Juli 2018 melalui SK Gubernur Jawa Barat nomor : 821.29/Kep.576-BKD/2018 tentang pengangkatan Kepala Sekolah Baru dilingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, ditetapkanlah Dra. Dedeh Suatini, M.MPd sebagai kepala sekolah baru di SMA Negeri 2 Padalarang, sebagai kepala sekolah yang berpengalaman menjadi kepala sekolah di Kota Bandung, narasumber diberbagai kegiatan serta pengalaman dalam berbagai aktifitas di dalam dan luar negeri yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat, beliau terlibat secara aktif dalam peningkatan APK Jawa Barat melalui program SMA Terbuka dan SMK PJJ di Jawa Barat dan beliau selaku Koordinator tingkat Provinsi, kehadiran beliau lebih memacu kembali prestasi yang dimiliki SMA Negeri 2 Padalarang,  terbukti hanya dalam kurun waktu satu tahun perubahan yang besar terjadi di SMA Negeri 2 Padalarang, dan program-program barupun dicetuskan oleh beliau, diantaranya : pembiasan PPK, budaya literasi, kehadiran jam kerja dari jam 06.45 – 15.30, Peace Corps, SEAMEO HUB, CREATIVE CAMP, Sekolah SPK, SMA Terbuka, Sekolah Zonasi, Beasiswa Pelajar, Pembelajaran Online, Ujian dan ulangan dalam Jaringan melalui Edubox, bimbingan 9 kelompok mata pelajaran, program JUS, Edufair dan pada masa beliau SMAN 2 Padalarang dapat meraih juara satu tingkat ASEAN Creative Camp untuk kategori daur Ulang Sampah, Penyelenggara rintisan SMA Terbuka Terbaik, dan Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat.