• SMA NEGERI 2 PADALARANG
  • Mandiri, Agamais, Jujur dan Unggul
  • info@sman2padalarang.sch.id
  • (022) 6807895
  • Pencarian

Praktik Baik Mata Pelajaran Kimia Tingkat Lanjut

Kegiatan Praktik Baik Kimia Tingkat Lanjut

 

 

Upcycling Polimer dan Makromolekul, Solusi Kreatif Sampah Sekitar

(dilaksanakan oleh Meta Indah A, M.Pd.)


Pada materi Polimer dan Makromolekul, mata pelajaran Kimia Tingkat Lanjut Fase F, Kelas XII, kali ini murid tidak hanya sekadar memahami konsep dan struktur kimia di dalam kelas, namun mereka bergerak aktif, berkolaborasi serta mengkomunikasikan solusi kreatif terhadap permasalahan di lingkungan sekitar melalui model pembelajaran PjBL-STEM Laboy-Rush. 

Indikator Tujuan Pembelajaran yaitu:

a. Menjelaskan konsep makromolekul (karbohidrat, protein, lemak) dan perannya dalam sistem kehidupan (Science - Memahami).

b. Menjelaskan konsep polimer, jenis, serta reaksi polimerisasi adisi dan kondensasi (Science - Memahami).

c. Merancang produk sederhana berbasis polimer dan makromolekul untuk memecahkan permasalahan di lingkungan sekitar (Engineering – Mengaplikasi)

d. Mengidentifikasi sifat-sifat polimer dan makromolekul dari produk yang dihasilkan (Mathematics - Mengaplikasi).

e. Mengevaluasi efektivitas proses dan hasil proyek serta kaitannya dengan lingkungan sekitar (Technology - Merefleksi).


1. Konten Masalah: Penumpukan limbah organik dan anorganik yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berdampak pada lingkungan.

2. Kriteria: Produk berbasis polimer dan makromolekul yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

3. Batasan: Kajian dibatasi pada plastik, karet, karbohidrat, protein, dan lemak.

Sebagai guru, tugas saya bukan lagi sekedar menjelaskan materi, melainkan hadir sebagai fasilitator yang memberikan ruang bagi murid untuk berdiskusi, mengemukakan ide-ide mereka, serta mendampingi proses rekayasa (engineering) mereka baik di laboratorium maupun di luar sekolah saat merancang solusi kreatif untuk menjawab permasalahan yang mereka temukan. Melalui model pembelajaran PjBL-STEM Laboy-Rush ini diharapkan peran guru sebagai fasilitator dapat dimaksimalkan dan proses pembelajaran yang terpusat pada murid dengan pendekatan pembelajaran mendalam dapat tercapai. 

Model pembelajaran PjBL-STEM Laboy-Rush terdiri dari 5 tahapan (fase). Pada Fase Reflection, murid diminta untuk mengamati kondisi di lingkungan sekolah sehingga mampu menumbuhkan prinsip berkesadaran dalam menjawab pertanyaan: Bagaimana cara mengolah sampah di lingkungan sekolah, sisa MBG, dan minyak jelantah di kantin agar tidak hanya dibuang, melainkan diubah menjadi sebuah karya atau bahan yang bernilai guna?

Pada Fase Research, murid mencari informasi dari berbagai sumber baik berupa buku, artikel, jurnal penelitian, video dan sumber-sumber lainnya berhubungan dengan sampah, konsep polimer dan makromolekul. Murid menuliskan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan permasalahan sampah organik dan anorganik, berdasarkan artikel yang dibacanya dan video yang ditontonnya. 

Pada Fase Discovery, murid dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen. Setiap kelompok menentukan permasalahan yang akan dipecahkan dan mendiskusikan ide-ide terbaik sebagai solusi permasalahan tersebut. Murid merancang proyek yang mencakup metode dan langkah kerja, serta menyusun jadwal proyek penelitian. Murid mempresentasikan ulang rancangan proyek kelompoknya, saling bertukar informasi dengan kelompok lainnya, dan mendiskusikannya dengan guru atau di grup Whatapps dan lain-lain. 

Pada Fase Application, setiap kelompok melaksanakan proyek yang mengintegrasikan unsur teknologi, enjiniring, dan matematika sesuai jadwal yang direncanakan. Fase ini merupakan bentuk pengalaman pembelajaran “mengaplikasi” yaitu dengan mengimplementasikan ide terbaik sebagai solusi permasalahan yang telah ditentukan sebelumnya. Guru memfasilitasi kegiatan penelitian peserta didik dengan memberikan masukan terkait keterampilan riset murid yang dilaksanakan secara tatap muka di laboratoratorium kimia, maupun penelitian yang dilaksanakan di luar sekolah. Beberapa penelitian yang dilaksanakan di laboratorium kimia yaitu: pengolahan minyak jelantah menjadi sabun padat, pengujian kadar protein pada pengolahan ampas tahu dan bandros, pengolahan sedotan bekas. Adapun penelitian yang dilakukan di luar sekolah yaitu: pengolahan sisa MBG menjadi cimol, pengolahan kertas bekas, pembuatan tempe dari kacang Sacha Inchi dan pengujian kadar proteinnya. 

Pada Fase Communication, murid mempresentasikan produk (output) hasil penelitian sebagai solusi permasalahan yang telah ditentukan sebelumnya. Murid menyajikan produk dalam bentuk video singkat, aplikasi desain grafis, dan bentuk media digital lainnya. Presentasi kelompok dilakukan secara langsung di kelas atau tatap maya/virtual meeting dengan zoom, google meet dan lain-lain. Apabila diperlukan, murid melakukan revisi terhadap hasil presentasinya berdasarkan umpan balik yang diberikan guru dan murid lainnya. 

Pembelajaran yang dilaksanakan diharapkan mampu mencapai kriteria Dimensi Profil Lulusan yaitu:

  1. Penalaran Kritis: menganalisis hubungan struktur polimer dan makromolekul dengan sifat dan kegunaannya di lingkungan sekitar.
  2. Kreativitas: merancang produk/solusi berbasis sifat-sifat polimer dan makromolekul.
  3. Kolaborasi: bekerja sama secara efektif dalam proyek kelompok.
  4. Kemandirian: mengelola pembelajaran melalui blended learning dan memanfaatkan berbagai sumber untuk memperdalam konsep-konsep polimer dan makromolekul di lingkungan sekitar.
  5. Komunikasi: menyajikan hasil proyek secara ilmiah dan argumentatif.

Selain asesmen formatif yang dilakukan selama proses pembelajaran, dilakukan juga asesmen sumatif berupa penilaian terhadap produk (output) yang dihasilkan dari proyek kelompok serta Tes Tertulis dengan kriteria ketuntasan (KKTP) sebesar 80. 

Guru dan murid selanjutnya melakukan refleksi bahwa pembelajaran kimia bermanfaat untuk memahami dan memecahkan masalah sehari-hari. Murid diharapkan mampu menyimpulkan keterkaitan jenis polimer dan konsep karbohidrat, lemak, protein dengan sifat zat (larut/tidak larut, tahan panas/tidak dan lain-lain), serta dampaknya terhadap fenomena nyata, misalnya plastik yang sulit terurai, denaturasi protein, proses pembusukan sampah organik, dan fenomena lainnya. Guru mengapresiasi keberanian, kerja sama, dan kreativitas murid. Murid diajak untuk melanjutkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar dengan aksi nyata sederhana seperti kampanye mengurangi plastik sekali pakai, membuat inovasi produk dari sisa MBG, lalu mempubilkasikan aksi nyata tersebut di media sosial mereka atau dalam bentuk poster, mading sekolah, jejaring komunikasi dengan orang tua/wali murid, serta berkolaborasi dengan komunitas lainnya.  Inilah praktik baik yang saya lakukan dalam pembelajaran Kimia Tingkat Lanjut. Mari bersama-sama menguatkan partisipasi semesta, wujudkan pendidikan bermutu yang berdampak nyata untuk semua generasi emas Indonesia!

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
IHT Pendidikan Karakter Pancawaluya

IHT Pendidikan Karakter Pancawaluya Pada tanggal 04 dan 05 Februari 2026, SMAN 2 Padalarang melaksanakan kegiatan In House Training Pendidikan Karakter Pancawaluya dengan mengusung t

06/02/2026 10:21 - Oleh Admin - Dilihat 173 kali
SMAWA Clean Up Day 2026

SMAWA Clean Up Day 2026   Kamis pertama di tahun 2026, SMAN 2 Padalarang seperti biasa melakukan kegiatan rutin yang disebut "SMAWA Clean Up Day", seluruh siswa mulai dari k

15/01/2026 08:17 - Oleh Admin - Dilihat 218 kali
Hari Pertama Masuk Kembali 2026

Hari Pertama Semester Genap 2026 Libur panjang semester gasal telah usai, seluruh siswa hari ini Senin 12 Januari 2026 mulai masuk kembali. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abd

12/01/2026 10:00 - Oleh Admin - Dilihat 236 kali
In House Training SMAN 2 Padalarang 2026

IHT SMAN 2 Padalarang 2026 Tahun 2025 telah berlalu dan berganti dengan lembaran baru di tahun 2026. Mengawali tahun yang baru dengan semester yang baru, SMAN 2 Padalarang melakukan

07/01/2026 09:04 - Oleh Admin - Dilihat 289 kali
IHT Guru T.A 2025/2026

Kegiatan In House Training SMAN 2 Padalarang     Pemerintah Indonesia melalui program Kemendikdasmen dan Provinsi Jawa Barat melaksanakan beberapa perubahan dalam dunia p

14/08/2025 09:40 - Oleh Admin - Dilihat 495 kali
Peluncuran Uji Terap PJJ

Peluncuran Uji Terap Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah, memiliki Program Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerata

07/08/2025 14:00 - Oleh Admin - Dilihat 452 kali
Kegiatan Rapat Dinas SMAN 2 Padalarang

Rapat Dinas SMAN 2 Padalarang SMAN 2 Padalarang melaksanakan agenda rutin yakni kegiatan Rapat Dinas dalam rangka evaluasi terhadap setiap kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan. R

01/08/2025 13:31 - Oleh Admin - Dilihat 442 kali
Pelatihan Keterampilan Tutorial Jarak Jauh

Pelatihan Keterampilan Tutorial Jarak Jauh   Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah, memiliki Program Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesem

28/07/2025 15:00 - Oleh Admin - Dilihat 555 kali
Aksi Ekologi SMAN 2 Padalarang

AKSI EKOLOGI SMAN 2 PADALARANG   Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS merupakan salah satu program sekolah yang memberikan kesempatan pada murid kelas X untuk m

18/07/2025 13:00 - Oleh Admin - Dilihat 464 kali
Seminar dan Workshop 3D Autocad

Kegiatan Seminar dan Workshop 3D Autocad   Pada hari ini Rabu 28 Mei 2025, SMAN 2 Padalarang melaksanakan kegiatan seminar dan workshop "Design untuk Kehidupan: 3D Autocad

28/05/2025 08:48 - Oleh Admin - Dilihat 666 kali